5 Tips Dasar Ajarkan Anak Manajemen Amarah Sejak Dini

Kemarahan adalah emosi yang normal dan sehat.

Tetapi terkadang anak merasa kesulitan memahami perbedaan antara perasaan marah dan perilaku agresif.

Apabila dibiarkan tanpa bimbingan, anak-anak akan sulit mengendalikan kemarahannya.

Tak jarang hal tersebut justru membuat mereka terjebak pada perilaku kasar untuk meluapkan amarah.

Polda Metro Ingin Kasus Tabrak Lari di Cakung jadi Pembelajaran, Pakar Safety Driving Sarankan Hal Ini Berikut cara dasar ajarkan anak manajemen amarah sejak dini: 1.

Mengajari Tanda-Tanda Kemarahan Melansir NHS UK, mengajari anak mengenai tanda-tanda kemarahan sejak dini dapat membantu anak di masa depan.

Mengenali kemarahan mendorong anak-anak menjadi lebih bijak dalam mengatasi amarahnya.

Tabrak Lari di Cakung, Polda Metro Ingin Jadi Pembelajaran, Tahan Marah Saat Senggolan di Jalan Beritahu mereka tanda-tanda dasar dari kemarahan, seperti jantung berdetak lebih cepat dan otot menegang.

Bicarakan juga apa-apa saja sikap yang baik dan tidak baik dilakukan ketika mereka marah.

2.

Ajarkan Perbedaan Amarah dan Perilaku Terkadang, perilaku agresif berasal dari berbagai perasaan tidak nyaman, seperti sedih atau malu.

Jadi, tanya dan bantulah anak mencari tahu mengapa mereka merasa marah.

Validasi emosi anak supaya mereka mau mengungkapkan perasaan kecewa maupun frustasi yang memicu amarahnya.

Ajarkan pada mereka bahwa marah itu tidak apa-apa, tetapi tidak boleh sambil berperilaku kasar.

3.

Beri Contoh Nyata Mengutip Verywell Family, cara terbaik mengajarkan manajemen amarah pada anak adalah dengan menunjukkannya secara langsung.

Jadi, orang tua harus menunjukkan perilaku yang baik ketika sedang mengontrol amarah.

Sebab, anak-anak cenderung mudah meniru apa yang dilihatnya secara langsung.

Apabila orang tua kerap meledak-ledak saat meluapkan amarahnya, maka anak dapat melakukan hal serupa.

4.

Tetapkan Aturan Kemarahan Sebagian keluarga memiliki aturan tidak resmi tentang perilaku yang bisa dan tidak bisa ditoleransi saat marah.

Hal ini dimaksudkan agar kemarahan tidak menghilangkan rasa hormat dan welas asih kepada orang lain.

Misalnya, saat marah boleh meninggikan suara.

Tetapi dilarang melontarkan kata-kata kasar yang dapat menyakiti orang lain.

5.

Ajarkan Cara Mengalihkan Rasa Marah Alih-alih hanya melontarkan kata-kata seperti “jangan berkata kasar, jangan memukul”, bantulah anak mengalihkan rasa marahnya.

Seperti mencoba metode mencoret kertas, mendengarkan musik, pergi keluar rumah, dan lain-lain untuk meredakan amarah.

DELFI ANA HARAHAP Pilihan Editor: Cara Menghadapi Anak yang Gampang Marah Menurut Ahli

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *