Pemerintah Nyatakan Waspada KLB Flu Burung Varian Baru

Pemerintah menyatakan mewaspadai Kejadian Luar Biasa (KLB) Flu Burung varian baru yang berasal dari Clade 2.3.4.4b.

Saat ini risiko infeksinya pada manusia masih rendah namun kewaspadaan ditekankan mengingat mutasi virus H5N1 itu yang cepat dan konsisten pada mamalia di sejumlah negara di dunia.

“Sehingga virus memiliki kecenderungan zoonosis dan berpotensi menyebar ke manusia,” bunyi keterangan dari Direktur Jenderal Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Kementerian Kesehatan, Maxi Rein Rondonuwu, dikutip dari situs resmi kementerian.

Dosen IPB Ingatkan Daging Kurban yang Disalurkan 5 Jam usai Pemotongan Rentan Penyakit Berbahaya Kewaspadaan terhadap KLB flu burung varian baru ini tertuang dalam Surat Edaran Dirjen Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Nomor PV.03.01/C/824/2023 tentang Kewaspadaan Kejadian Luar Biasa Flu Burung (H5N1) Clade Baru 2.3.4.4b.

Surat dibuat pada Jumat, 24 Februari 2023.

“Saat ini memang belum ada laporan penularan ke manusia, tapi kita tetap harus waspada” kata Maxi menambahkan.

Kepada Dinas Kesehatan Provinsi, kabupaten/Kota dan kepala Kantor Kesehatan Pelabuhan (KKP) di seluruh indonesia diminta untuk melakukan koordinasi dan kerja sama dengan instansi yang membidangi fungsi kesehatan hewan serta sektor terkait lainnya dalam upaya pencegahan dan pengendalian flu burung pada manusia.

Ratusan Burung Tewas Mendadak, Meksiko: Bukan Flu Burung, Tapi Gara-gara El Nino Mereka juga diminta menyiapkan fasilitas kesehatan untuk penatalaksanaan kasus suspek flu burung sesuai dengan pedoman yang telah ditetapkan.

Serta meningkatkan kapasitas laboratorium untuk pemeriksaan sampel dari kasus dengan gejala suspek flu burung.

Setiap ditemukan adanya kasus suspek flu burung, Puskesmas diharuskan segera melapor dalam waktu kurang dari 24 jam ke Dinas Kesehatan Kabupaten/Kota.

Lalu, Dinas Kesehatan Provinsi dan Kabupaten/Kota segera melapor dalam waktu kurang dari 24 jam ke Kementerian.

Maxi juga menginstruksikan KKP untuk meningkatkan pengawasan terhadap pelaku perjalanan dalam dan luar negeri di pelabuhan, bandar udara dan pos lintas batas darat negara.

“Melakukan pemeriksaan dan penanganan kasus jika ditemukan perilaku perjalanan yang memiliki gejala ILI (influenza-like illness) sesuai pedoman yang berlaku.” Maxi juga mengajak masyarakat selalu berperilaku hidup bersih dan sehat.

Selain itu, melaporkan kepada dinas peternakan apabila ada kematian unggas secara mendadak dan dalam jumlah yang banyak di lingkungannya, segera ke fasilitas kesehatan apabila mengalami gejala flu burung dan ada riwayat kontak dengan faktor risiko.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *